Fakultas Kedokteran UGM


Program S1 Pendidikan Dokter

Program Pendidikan Sarjana (PPS)
– Lama studi 3.5 (tiga setengah) tahun
– Beban studi 156 SKS termasuk skripsi
– Lulusan diberi gelar Sarjana Kedokteran (Sked)

Program Kepaniteraan Klinik (PKK)
– Lama studi 2 tahun setelah lulus Program Pendidikan Sarjana
– Beban studi 35 SKS
– Lulusan diberi gelar dokter (dr)

Kurikulum
Fakultas Kedokteran UGM telah diakui sebagai Fakultas yang secara aktif melakukan inovasi pendidikan dokter sejak awal berdirinya. Perubahan sistem pendidikan dan perubahan kurikulum selalu dilakukan seiring dengan perubahan kebijakan di tingkat nasional serta sejalan dengan perkembangan terbaru di bidang pendidikan kedokteran.

Untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter, tahun 2007, FK UGM mengembangkan model kurikulum yang lebih tepat yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dengan strategi pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Dengan model ini, kurikulum dirancang berdasarkan kompetensi yang harus dicapai mahasiswa mulai dan struktur, kurikulum, pengorganisasian, proses belajar mengajar hingga penilaian hasil belajar.

Metode Pembelajaran
FK UGM telah menerapkan strategi pembelajaran berbasis masalah, Problem Based Learning-PBL secara penuh sejak 2003. PBL merupakan pendekatan sistematik yang biasa digunakan untuk memecahkan masalah atau menjawab tantangan hidup dan karir (Barrows H.S. dan Kelson A, 1993). Dalam Problem Based Learning (PBL), mahasiswa tidak lagi sekedar bersikap pasif dalam perkuliahan, tapu harus aktif secara periodik dalam tutorial kelompok dan keterampilan laboratorium (skills laboratory). Di sinilah mahasiswa dirangsang berdiskusi secara aktif mengenai berbagai permasalahan yang umum dijumpai dalam praktek kedokteran. Mahasiswa juga dilatih untuk menganalisis masalah dalam kelompok serta bertanggung jawab mengumpulkan informasi yang relevan. Secara keseluruhan, kurikulum PBL didukung dengan berbagai keterampilan baik pra0klinik maupun klinik. Dosen ahli juga dilibatkan secara periodik untuk mendukung proses pembelajaran.

Untuk mendukung pencapaian kompetensi tersebut, metode pembelajaran yang diterapkan juga sangat bervariasi sesuai dengan strategi pendidikan student centered learning, yang meliputi aktivitas pembelajaran seperti problem bases learning, task based learning, large group teaching, small group teaching, learning contact, diskusi panel, seminar & lokakarya, studi praktek ketrampilan, studi kepustakaan. Seluruh aktivitas tersebut menuntut kemahiran dan keahlian mahasiswa dalam berpikir kritis dalam memecahkan masalah, belajar mandiri dan mampu berpartisipasi dalam tim. Selain itu, program sarjana pendidikan kedokteran dan keperawatan juga mengadopsi strategi pembelajaran SPICES (Student-centered, Problem Based Learning, Integrated teaching, Community oriented, Early clinical exposure, Self-directed learning).

Iklan