TRUE LOVE (PART:17)


FIRST CAPTURE OF TRUE LOVE

*FLASHBACK*

Siwon berjalan ke arah podium dengan senyum menawannya, memperlihatkan lesung pipinya. terlihat jelas bahwa dia sangat menantikan saat ini.

GREEEEBBB

Seseorang memeluk erat siwon dari belakang, menahan langkahnya menuju podium.

“choi siwon… I’m back.. Jessica is back..” ucapnya di balik punggung siwon.

*END FLASHBACK*

siwon terkejut, dia melepaskan lengan jessica dari tubuhnya dan berbalik.

“surprise !!” jessica tersenyum lebar.

“jessica ?!” jerit siwon, terkejut.

“jessica ?!” jerit agnes dalam hati.

senyum yang sejak tadi merekah diwajah agnes berubah menjadi ekspresi kecewa.perlahan agnes berjalan mundur kebelakang menjauh dari Mr & Mrs. Choi.

“agnes.. are u okey ?” tanya ibu siwon cemas saat melihat ekspresi agnes.

“aku.. aku.. aku harus ke belakang sebentar bi..” agnes berjalan cepat meninggalkan Mrs.Choi

“yes.. im here !” jessica kembali memeluk tubuh siwon.

“jessica.. aku minta maaf.. tapi yang kau lakukan ini salah..” ucap siwon sambil melepaskan lengan jessica dari tubuhnya.

“apa yang salah ? aku sangat merindukanmu karena kita sudah lama tidak bertemu.. karena itu aku memelukmu..”

“ya.. aku tau.. tapi tidak didepan banyak orang dan..” siwon memalingkan pandangannya ke arah ayah-ibunya “…agnes ? ”

siwon mulai panik karena tidak menemukan sosok agnes diantara ayah dan ibunya.

“agnes ?? siapa agnes ?” tanya jessica.

“jessica.. aku minta maaf, aku harus pergi..” siwon berjalan meninggalkan jessica.

“tapi.. wonnie.. siapa agnes ?” jessica menahan langkah siwon.

“aku tidak bisa menceritakannya sekarang.. maaf aku harus pergi..” siwon melepaskan tangan jessica dan pergi.

***

agnes berlari keluar gedung,air mata membasahi pipinya.

“agnes monica.. harusnya kau tidak perlu menangis !”jerit agnes sambil melepaskan sepatunya dan melemparnya.” kau.. hiks..kau sudah terbiasa dihianati.. j-jadi

tidak perlu m-menangis lagi..hiks.. hiks..” ucap agnes terbata-bata pada dirinya sendiri.

agnes berusaha menghentikan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya, tapi ternyata usahanya sia-sisa.

air mata itu terus keluar dari pipinya, bahkan semakin deras.

“auuuchhh !” jerit agnes.

kakinya terkena pecahan beling di trotoar.

“aaaaaaaaaa !!” jerit agnes kesal sambil menjatuhkan dirinya ke trotoar.

“choi siwon ! kenapa kau melakukan ini padaku ?!! apa yang ku lakukan sehingga kau membuatku menjadi seperti ini !!.. hiks.. hiks..”

agnes berusaha berdiri hanya dengan satu kaki yang menopang tubuhnya yang sudah lelah berlari-lari spanjang trotoar.

“hiks..hiks…. hiks..” agnes berjalan terus tanpa tujuan, tidak peduli darah dari telapak kakinya terus mengalir keluar.

***

“baby c’mon.. angkat ponselmu..” ucap siwon cemas.

siwon berjalan menyusuri jalan sekitar gedung mencari agnes.

“disaat aku akan mengatakan pada semua orang kau adalah kekasihku.. kenapa kau justru pergi ?” gumam siwon sambil duduk di pinggir trotoar.

siwon menunduk dan mengusap wajahnya, dia frustasi karena tidak kunjung menemukan agnes dimanapun.

sepasang kaki muncul di hadapan siwon.

“agnes ?” pikir siwon ketika melihat sepasang kaki mungil di hadapannya.

siwon mengangkat kepalanya sambil tersenyum. berharap agnes menunjukan senyum khas dengan gigi kelincinya.

rasanya seperti satu tahun tidak bertemu dengan agnes, ia tidak sabar untuk melihatnya.

“wonnie apa yang kau lakukan disini ?” tanya jessica cemas sambil membelai rambut siwon.

wajah siwon langsung berubah kembali seperti semula,wajah tanpa ekspresi sambil kembali menunduk.ia kecewa karena itu bukan agnes.

jessica aneh melihat ekspresi siwon yang tidak pernah dilihatnya sebelumnya.

“sudah 7 tahun kita tidak bertemu.. ku pikir tidak akan ada bedanya seperti dulu.. tapi ternyata aku salah..

kau bukan siwon yang ku kenal, yang selalu tersenyum untukku..” jessica duduk disebelah siwon dan meletakkan kepalanya di bahu siwon.

“7 tahun.. memang bukan waktu yang sebentar.. tapi kurasa, semuanya tidak pernah ada bedanya sampai hari ini..”

“tapi yang kurasakan berbeda.. aku tidak menemukan choi siwonku yang dulu, sekarang..”

untuk sesaat hanya suara kendaraan yang terdengar di antara siwon dan jessica.

“jessica.. ” ucap siwon

“yaa ?”

“seperti apa choi siwon yang dulu ?”

“hemmm.. choi siwon yang dulu ya.. choi siwon yang selalu tersenyum padaku sebesar apapun salahku padanya..”

“begitukah siwon yang dulu ?”

“ya.. dia selalu begitu… dan tidak pernah berubah sampai terkahir kali aku bertemu dengannya 7 tahun yang lalu..”

jessica memasang tampang cemberut pada siwon.

“percayalah aku masih tetap begitu.. tapi yang berbeda adalah.. sekarang aku hanya melakukan itu pada agnes..”

siwon mengeluarkan ponselnya, memandangi photo agnes di layar ponselnya.

“lagi-lagi agnes ! aku tidak mengerti.. apa yang telah diperbuatnya hingga membuat kau begini ?!” jessica kesal.

“dia tidak berbuat apapun.. hanya satu perbuatannya yang menyiksaku.. dan aku senang dia melakukannya..” siwon tersenyum tipis.

“dia melakukan sesuatu yang menyiksamu tapi kau justru senang ?! sekarang sikapmu lucu choi siwon ! memang apa yang dia lakukan ?”

“dia membuatku jatuh cinta…” ucap siwon datar sambil terus melihat photo agnes di ponselnya.

jessica terkejut mendengar ucapan siwon dan tidak berkomentar lagi.

***

dikamarnya taeyang tidak dapat menutup matanya. pikirannya terus dipenuhi dengan agnes.

‘apa sekarang orang-orang sudah mengetahui hubungan mereka ?’ pertanyaan itu terus mengahantui pikirannya.

taeyang mengambil psp-nya, berharap itu akan menjauhkan pikirannya dari agnes.

15 menit berlalu.

“arrrrrgggggg !!!” geram taeyang.

ternyata psp tidak membantunya sama-sekali,bayangannya tentang agnes terus menghantui pikirannya.

taeyang mengambil ponselnya, memberanikan dirinya untuk menghubungi agnes.

*TUT*

agnes mengangkat ponselnya.

“congratulation sunshine..” ucap taeyang.

agnes tidak menjawab apapun dari seberang.

“agnes.. kau masih disana ?”

“hiks.. hiks..”

taeyang mendengar isak tangis agnes.

“agnes.. are u okay ?” taeyang mulai cemas.

“y-ya aku baik-baik s-saja..” jawab agnes terbata-bata.

“jangan bohong.. aku tau kau tidak..”

*TUT*

agnes mematikan ponselnya.

“apa yang terjadi ?” pikir taeyang.

taeyang segara mengambil jacketnya dan pergi.

***

jessica membuka pintu apertemennya, menghempaskan tubuhnya ke sofa.

“aku tidak percaya akan jadi seperti ini.. agnes.. agnes… arrrrggghhhh !! ” jerit jessica sambil mengusap dahinya.

DREEETTT DREEETTT

ponselnya bergetar.

“yaa ?” jawabnya.

“bagaimana acaranya ?”

terdengar suara berat yang tidak asing dari seberang.

“ayah ?”

“bagaimana acaranya ?” Mr.Park mengulang pertanyaannya.

“a-ayah.. aku rasa aku tidak dapat melakukannya..”

“apa maksudmu dengan ‘tidak dapat melakukannya’ jessica ? ”

“tidak ayah.. hanya saja aku tidak ingin melakukannya.. karena keadaan sekarang telah jauh berbeda..”

“tidak ingin melakukannya ? kalau begitu mulailah untuk tidak memanggilku ayah..”

Mr.Park mematikan telfonnya.

“ayah ?! ayaaah ??!”

jessica melempar ponselnya kelantai

“hiks.. hiks…” air mata mulai membanjiri pipi mulusnya.

“ayah.. kenapa kau seperti ini ?! haruskah aku melakukan hal memalukan agar kau mendapat yang kau inginkan ?!”

***

“disini kau rupanya..” ucap taeyang pelan.

taeyang berjalan pelan mendekati agnes yang sedang duduk di bangku taman dekat apertemennya.

“hiks…hiks…”

“agnes…” taeyang memanggil agnes lembut.

agnes tidak peduli akan kehadiran taeyang.

“kau begitu berantakkan.. apa yang terjadi ?”

“kenapa kau bertanya ‘apa yang terjadi’ terus menerus ?!” agnes berteriak.

“aku bertanya karena aku peduli denganmu..”

“apa kau mencintaiku ?! kau selalu peduli denganku !” jerit agnes.

“apakah harus mencintai untuk peduli ?” ucap taeyang santai, berusaha untuk tidak terbawa emosi saat agnes mengatakan hal

yang sebenarnya dia rasakan.

“hiks… hiks…”

taeyang duduk disebelah agnes dan merangkul bahunya.

“ceritakanlah apa yang terjadi.. mungkin itu akan membuatmu lebih baik..”

agnes tidak menjawab. dia menatap lurus kedepan dengan mata yang sembab.

“aku rasa hubunganku dengan siwon hanya sampai disini..” ucap agnes lirih akhirnya.

“apa yang terjadi ?!”taeyang terkejut.

“seorang wanita yang sangat dicintainya telah kembali..”

“aku tidak mengerti.. wanita yang sangat dicintainya ? bukankah kau adalah kekasihnya ? ”

“aku adalah yang kedua setelah jessica..” ucap agnes lirih.

“jessica ? ”

“dia adalah sahabatnya sejak kecil.. dia begitu cantik, dan aku yakin siwon akan kembali padanya..”

“kenapa kau berkata begitu ?”

“karena aku yakin akan seperti itu !! ” ucap agnes putus asa. “siwon begitu mencintainya.. dan aku yakin hingga saat ini pun begitu..”

“bagaimana kalau dugaanmu salah ? bagaimana kalau saat ini hanya kau yang ada dalam pikirannya ? bagaimana kalau saat

ini dia begitu kecewa karena kau meninggalkannya di acara yang harusnya akan menjadi moment yang indah untukmu dan dia ?

apakah hanya segini perasaanmu padanya ? hingga kau tidak mempercayainya bahwa kaulah wanita nomer 1 di hatinya ?”

“a-aku.. aku.. aku tidak tahu.. tapi ketika melihat jessica disana.. semua seperti telah berakhir untukku..”

air mata agnes mulai turun lagi, dia merasa menyesal telah meninggalkan siwon tadi. mungkin yang dikatakan taeyang benar, pikir agnes.

“temuilah dia besok, dan minta maaf karena kau telah meninggalkan acaranya tadi..”

“apa menurutmu itu adalah yang terbaik yang harus aku lakukan ?” ucap agnes sambil menghapus air matanya.

“tentu saja. kalau minta maaf bukan yang terbaik.. apalagi hal baik yang dapat dilakukan oleh manusia saat ia salah ?”

“yah.. mungkin kau benar.. mungkin aku salah mengira siwon akan kembali pada jessica hanya karena jessica muncul malam ini..” ucap agnes.

“tapi taeyang.. aku jadi malu padamu..”

“malu padaku ?” taeyang bingung.

“kau belum pernah memiliki kekasih.. tapi kau jauh lebih dewasa dalam menyelesaikan masalah cinta..”

“aku belum pernah memiliki kekasih bukan berarti aku tidak pernah mencintai seseorang..”

“hah ?! jadi siapakah wanita itu ?” agnes penasaran.

“mungkin bila aku sedikit lebih cepat bertemu dengannya aku akan mendapatkannya..” taeyang tersenyum dingin.

“jadi.. bagaimana kalau aku mengantarmu pulang sekarang ? tubuhmu sudah sangat dingin..” taeyang menyentuh kening agnes.

agnes mengangguk sambil tersenyum pada taeyang.

“kau pasti akan mendapat yang lebih baik dari dia..” hibur agnes.

taeyang berdiri dan mengulurkan tangannya pada agnes.

“auuuccchh !!” jerit agnes ketika mencoba untuk berdiri.

“kau kenapa ?!” taeyang terkejut.

“kakiku…” agnes kembali duduk di bangku taman.

taeyang berlutut memeriksa kaki agnes.

“apa yang kau lakukan sampai kakimu begini ?!” wajah taeyang cemas.

“aku berjalan tanpa sepatu di trotoar..”

“cepatlah naik kepunggungku..”

“tapi..”

“sudahlah, cepat naik saja..”

taeyang menggendong agnes menuju apertement.

“punggungnya hangat.. sangat nyaman..” pikir agnes.

“mana kuncinya ?” kata taeyang ketika sudah sampai didepan pintu apertement agnes.

agnes memberikan kunci apertementnya .

ceklek

taeyang membuka pintu apertement dan masuk kedalam.

“duduklah disini sebentar..”

taeyang meninggalkan agnes disofa ruang tamu dan pergi kedapur. dan tidak lama kemudian kembali dengan semangkuk air panas dan handuk

kecil serta segelas penuh air putih.

“minumlah..”

taeyang memberikan minuman itu pada agnes.

agnes menurut dan meneguk habis air dalam gelas.

“apa yang kau lakukan ?”

“menurutmu apa ?”

“sudahlah.. biar aku yang membersihkannya sendiri..” agnes menarik kakinya dari taeyang.

“diamlah.. ini akan selesai lebih cepat jika kau tidak banyak protes..”

taeyang membersihkan darah di telapak kaki agnes akibat terkena pecahan kaca tadi dan membalutnya.

“nah.. bila kau tidak banyak protes, aku akan lebih cepat mengerjakannya..”

ucap taeyang sambil melihat ke arah agnes.

“apa yang harus aku lakukan padamu sekarang ?” taeyang menghela nafas melihat agnes telah tertidur di sofa.

taeyang menggendong tubuh agnes yang mungil ke kamar.

“kenapa aku tidak bisa menjadi agois dalam segala hal yang berkaitan denganmu ?” gumam taeyang sambil duduk dipinggir

tempat tidur agnes. “aku senang saat tahu pertunanganmu yang gagal, tapi aku tidak

mampu melihatmu menangis..” taeyang membelai pipi agnes. “good night sunshine..” ucap taeyang

sambil menutupi tubuh agnes dengan selimut.

taeyang mematikan lampu kamar agnes dan pergi.

***

DREEETT DREEETT

handphone agnes bergetar.

dengan berat dia membuka matanya yang masih sangat mengantuk.

“ya..” ucap agnes malas.

“agnes…” suara parau terdengar dari seberang.

“w-wonnie ? kaukah itu ?”

“baby.. kenapa kau meninggalkan acara pertunangan kita semalam ?” tanya siwon lembut.

“wonnie.. aku benar-benar minta maaf.. ”

“kenapa kau pergi tiba-tiba ? aku panik mencarimu kemana-mana, tapi tak kunjung menemukanmu.. aku benar-benar khawatir..”

ucap siwon lirih.

“aku.. aku..”

“apa karena jessica ?”

“…..” agnes tidak menjawab apapun.

“agnes.. tolong dengarkan ucapanku. aku tidak akan pernah kembali pada jessica lagi.. mungkin apa yang akan ku katakan terlalu berlebihan

tapi kau adalah duniaku saat ini.. apapun yang aku lakukan aku melakukannya untukmu..”

agnes terharu mendengar ucapan siwon.

“agnes.. apa kau masih disana ?”

“y-ya.. aku masih disini..”

“love u world..”

“love u captain..”

siwon tersenyum, dia geli dipanggil captain oleh agnes, tapi juga senang.

” baiklah.. aku harus latihan bersama yang lain.. see u Mrs. Captain ..”

“see u Mr. world..hehe..”

agnes mematikan ponselnya sambil tersenyum lebar.

agnes melangkah ringan di trotoar kota seoul, tidak henti-hentinya wanita mungil ini tersenyum. dia

masuk ke dalam sebuah mall.

“apa ya hadiah yang tepat untuk wonnie ?” pikir agnes.

agnes melewati sebuah toko pakaian pria, dia tertarik dengan satu stel jas dan kemeja.

“aku rasa ini akan cocok..” pikir agnes.

“nona.. apa kau tertarik dengan ini ?” tanya seorang SPG.

“hemm.. menurutmu pria seperti apa yang bagus memakai jas ini ?” ucap agnes.

“kalau menurutku pria seperti Choi Siwon sangat bagus dengan jas ini.. tapi, apa boleh aku tahu

bagaimana tipe kekasihmu ? agar aku dapat membantumu memilihkan pakaian yang bagus nona..”

agnes tersenyum mendengar ucapan SPG itu bahwa yang menyatakan siwon adalah orang yang tepat untuk memakai jas tersebut.

“hemm.. tidak perlu repot-repot.. aku mau yang ini saja..”

“baiklah..”

agnes menunggu pelayan tadi membungkus pakaiannya.

“nona.. ini pakaiannya..”

agnes mengambil bungkusannya.

“apa itu topi dari brain DG ?”

“ya nona..”

“baiklah.. aku mau 1 yang berwarna cokelat..”

***

taeyang mengendarai mobilnya menuju studio latihan SJ, karena agnes meminta agar dia menjemputnya disana.

DREEETTT DREEETTT

sebuah panggilan masuk di ponsel taeyang.

“ya ??” jawab taeyang.

“hyuung !! nanti di panggung jangan terlalu dekat ya dengan agnes !!”ucap seungri dari seberang.

“kau berisik sekali ! kau sudah mengatakkan itu 100 kali sejak tadi malam..”

“habis.. aku khawatir agnes terjerat denganmu..”

“iya..iya.. kau cerewet sekali !”

“kau sedang dimana sih seungri ? bising sekali sepertinya..”

“di dorm.. kami akan nobar penampilanmu dan agnes di music bank !!” ucap seungri semangat.

“n-nobar ? ” ucap taeyang heran.

“iya.. kami sudah siap dengan kostum kami loh ! sebentar lagi aku akan kirim photo keadaan di dorm sekarang..”

*TUT*

seungri mematikan ponselnya.

“anak ini benar-benar deh membuatku pusing..” gumam taeyang.

***

“jessica ? apa yang kau lakukan disini ?” tanya siwon heran.

jessica diam, tidak mengatakan apapun.

“apa kau punya masalah ?”

jessica masih saja diam dan menunduk.

“jessica.. bila kau punya masalah tolong cerita padaku.. jangan diam seperti ini. aku pasti akan membantumu..”

jessica mengalungkan lengannya di leher siwon, dan..

*CUP*

jessica mencium bibir siwon.

*other side*

“siwon pasti akan terlihat tampan dengan pakaian ini.. GOD, aku benar-benar merindukannya sekarang..”

BRUUUKKK

semua bungkusan ditangan agnes jatuh. cairang bening dimatanya kembali menggenang dan membasahi pipinya.

“apakah ucapanmu di telfon tadi adalah lelucon ?.. hiks..” gumam agnes sambil menahan isak tangisnya.

TBC~