Because of Winter


“Because of Winter…”
Cast: Agnes Monica, Choi Siwon, etc
Genre: Romance, sad, happy,
complicated :^)
Author: Tiara Yusnita
Contact author: (Facebook Tiara
Yusnita__Pin 26931560)
Seorang wanita sangat menyukai musim
dingin dan Korea…
Karena disanalah ia menemukan
impiannya dan di setiap musim dingin
semua mata tertuju pada keindahan
karya-karya nya…
Seorang pria sangat membenci Korea dan
musim dingin…
Karena disanalah penderitaannya
dimulai, tapi ia terpaksa harus kembali
ke Korea pada musim dingin ini, karena
permintaan orang yang ia sayangi…
Bagaimana jika musim dingin Korea malah
mempertemukan kedua insan ini dan
menjembatani setiap harapan dan
keinginan yang terpatri di lubuk hati
terdalam mereka? Bagaimana pula musim
dingin itu menghancurkan setiap
kebencian dan menjadi benang merah
yang menghubungkan perasaan dan
keyakinan mereka??
Chapter 1
Happy Reading :^)
*
*
*
*
*
*
*
*
*
            “Arrrrrgghhh… bagaimana bisa
pakaian-pakaian musim dingin ini selesai
sampai waktu fashion show bulan depan?
Kalo kerja kalian tidak pernah
berbanding lurus dengan target yang
aku harapkan? Apa kalian hanya
menganggap ini main-main dan hanya
untuk mendapatkan uang?? Ini bukan
hanya menjadi bagian fashion show
semata saja. Tapi ini adalah hasil kerja
kerasku dan kalian. Bukan hanya aku
yang akan menjadi sorotan apabila
fashion show ini berhasil ataupun gagal.
Tapi kalian juga akan menjadi sorotan.
Karena fashion show musim dingin bulan
depan adalah karya kalian juga.”
Sarapan yang diterima para karyawan
“NezMo Gallery” pagi itu adalah omelan
dari si pemilik gallery. Yeoja cantik yang
jenius, tegas, ambisius tetapi selalu bisa
menguasai emosinya itu. Lihatlah
sekarang, setelah puas dengan unek-
unek terhadap semua karyawannya, dia
malah mentraktir seluruh karyawannya
sarapan di toko bakery sebelah gallery
nya. Itulah yang membuat seluruh
karyawannya betah bekerja dengannya.
Di balik keambiusannya, dia memiliki jiwa
sosial tinggi dan sangat memperhatikan
keadaan semua karyawannya.
“Maaf kalo tadi aku terlalu keras
pada kalian dan terkesan egois. Aku
hanya tidak ingin hasil kerja keras kita
selama 5 bulan ini gagal karena kalian
tidak serius dan terlalu santai” ucap
yeoja cantik itu sambil menyeruput
coffelate dan roti di tengah
perbincangan dengan karyawannya.
“Tidak apa-apa nona, lagipula kami juga
yang salah karena terlalu santai. Kami
hanya berpikir semua pakaian koleksi
musim dingin itu hanya tinggal finishing
karena detail-detail rumitnya sudah
selesai kami kerjakan dari bulan lalu.
Kami janji akan melakukan yang terbaik
untuk nona.” Ujar salah satu karyawan
yang dianggap paling senior di gallery.
“Terima kasih ahjumma. Lakukan lah
yang terbaik untuk kesuksesan fashion
show kita bulan depan bukan untukku.
Oh iya, hari ini aku akan menjemput
sahabatku yang baru pulang dari Paris,
dia berjanji akan membantu acara
fashion show kita. Tolong jaga gallery
dan karyawan. Pastikan mereka bekerja
dengan baik ya ahjumma? Aku
percayakan mereka padamu” ucap
yeojaitu sambil bergegas.
“Iya nona,saya akan memperhatikan
merekadan memastikan mereka bekerja
dengan baik”ucap Song ahjumma.
“Dan kalian, tolong hormati Song
ahjumma dan bekerjalah dengan baik
selagi aku pergi, arraseo?”ujar yeoja itu
sambil melangkah pergi dan tetap
mengumbar senyum pada semua
karyawannya.
“Ne, arraseo nona” ucap semua
karyawannya serempak.
Incheon Airport, 09.30 waktu Korea
Tampak sesosok namja dengan pakaian
yang sangat fashionable dan hanya
membawa satu koperdan tas kecil yang
ia sampirkan pada pundak kekarnya
keluar dari pintu kedatangan seraya
melangkah mantap menuju pelataran
depan bandara. Melangkah mantap?
Ahni, hanya karena postur gagahnya
sekilas terlihat seperti ia melangkah
mantap, tapi sebenarnya namja itu
melangkah gontai dan ragu. Ragu
karena ia masih tidak mempercayai
kenekatannya datang ke Korea. Ya,
Korea. Negara yang paling ia blacklist
untuk didatangi. Tetapi untuk orang
yang paling ia sayangi, ia terpaksa
mendatangi Negara yang ia benci ini.
Bukan negaranya yang membuat pria ini
benci, tapi kenangan buruk beberapa
tahun lalu yang memaksa namja ini
tidak lagi berkunjung ke Korea. Sebuah
alasan…karena di Negara ini ada
seseorang yang menyakiti orang yang
paling ia sayangi…
“Hei, kau ada dimana? Aku sudah
di depan bandara. Keluarlah. Aku malas
menunggu di dalam.” Ucap yeoja itu
melalui telepon. Tepat pada saat ia
melangkah masuk, ia menabrak seorang
namja dan membuat namja itu sedikit
tersungkur.
“Oh,maaf tuan. Saya tidak sengaja”
ucap yeoja itu. Tapi yang dimintai maaf
sepertinya tidak mendengarkan karena
matanya sedari tadi kosong dan tidak
berekspresi. Yeoja itu melambai-
lambaikan tangan ke depan muka si
namja.
Seakan tersadar namja itu gelagapan
karena kaget dari lamunannya “Oh iya
nona? Kenapa?” tanyanya membuat
yeoja di depannya bingung dan
tersenyum.
“Tuan, barusan saya tidak sengaja
menabrakmu. Apa tuan tidak
menyadarinya??” ujar yeoja itu sambil
tersenyum.
“Oh iya, tidak apa-apa nona, mungkin
saya yang sedang melamun tadi” jawab
namja itu sambil menggaruk kepalanya
sendiri dan tersenyum memperlihatkan
lesung pipi nya.
“Syukurlah kalau begitu, saya duluan
tuan, sekali lagi saya minta maaf” ucap
yeoja itu tersenyum manis
“Iya nona silahkan. Tidak apa-apa,
lupakan” jawab namja itu balas
tersenyum tak kalah manis
Setelah yeoja itu pergi, namja itu kembali
dalam lamunannya dan kembali sadar
akibat getar handphone nya pertanda
ada pesan singkat yang masuk. Pesan
itu berisi:
“Yak, kamu dimana? Cepatlah kembali ke
rumah, jangan berbuat nekad namja
bodoh. Aku tidak suka apabila laki-laki
yang paling aku sayangi di dunia ini
harus melakukan hal buruk. Anggap
saja permintaanku waktu itu angin lalu.
Kembalilah untukku. Jangan berbuat
yang tidak-tidak. ”
Itulah pesan singkat dari kontak yang
ia beri nama “éomma ” bukannya
membalas pesan itu ia malah terduduk
lemas di pelataran depan bandara.
Sejak awal dia memang ragu untuk
datang ke Korea dan harus
meninggalkan eomma nya yang sedang
sakit. Di tengah lamunannya,ia
mendengar seorang yeoja yang
sepertinya sedang memarahi seseorang di
telepon. Mau tidak mau ia menoleh dan
yeoja itu yang tadi menabraknya
ternyata sedang berjalan keluar.
“Apa? Aku harus menunggu 2jam?
Perjalanannku dari Gallery ke bandara
saja sudah memakan waktu hampir 2
jam, dan sekarang  aku harus
menunggumu akibat visa usangmu itu 2
jam lagi?? Kamu tidak tahu kalau
waktu itu uang bagiku? Karyawanku
tidak akan bekerja dengan baik apabila
bukan aku sendiri yang menghandle
mereka. Aigoo, salahmu sendiri kenapa
visa mu bisa habis masa seperti ini.
Arrgghh, terpaksa aku harus
menunggumu disini 2 jam lagi begitu?
Imbalan apa yang akan kau berikan?
Apa bekerja dengan baik?” cerocos yeoja
itu dan tidak sadar telah terduduk di
samping namja yang sedari tadi
memperhatikan dengan senyum manisnya.
“Ah, awas kau, aku akan
memperkerjakanmu secara rodi setelah
apa yang kau lakukan padaku.”
Upatnya setelah menutup telepon dan
baru menyadari ada sesorang di
sampingnya. Saat ia menoleh, ia sedikit
kaget namja itu yang tadi ia tabrak
saat akan memasuki bandara untuk
menjemput sahabatnya, tapi sahabatnya
itu malah ditahan 2 jam oleh pihak
bandara karena harus mengurusi visa
nya yang sudah usang. Dan ia terpaksa
harus menunggu dipelataran bandara
sampai urusan sahabatnya itu selesai.
“Eh, kau lagi tuan? Masih disini rupanya?
Sedang menunggu seseorang?” Tanya
yeoja itu ramah. Berbeda dengan ekspresi
nya beberapa detik lalu yang masih
keliatan kesal. Namja itu menjawab tak
kalah ramah.
“Iya nona. Ahni, aku tidak menunggu
siapa-siapa, aku sedang beristirahat
sejenak setelah perjalanan melelahkan
dari kemarin malam. Oh iya, jangan
panggil aku tuan, panggil aku Siwon,
namaku Choi Siwon” ucap namja ramah
itu sambil menjabat tangan si yeoja.
“Oh begitu, iya baiklah Siwon-ssi, Agnes
Monica imnida” jawab yeoja itu membalas
jabatan tangan Siwon.
“Memangnya kamu habis darimana Siwon-
sii?” lanjut Agnes,yang ditanya malah
menjawan sambil melamun.
“Aku dari New York, dan setelah 15
tahun disana, aku baru kembali lagi ke
Korea karena ada urusan.” ucapnya
dengan tatapan kosong.
“Jadi kau orang Korea tapi tinggal di
New York? Lalu disini kamu tinggal
dimana? Apa kau punya rumah disini?”
Tanya Agnes.
“Iya, aku orang Korea, tapi 15 tahun ini
aku dan eomma ku tinggal di New York.
Ahni, aku sudah tidak memiliki rumah
disini, selama di Korea, aku mau
menumpang sementara di rumah adik
ibuku. Kebetulan Kim Ahjussi memiliki toko
kue di Seoul, sekalian aku ingin ikut
bekerja disana, daripada tidak ada
pekerjaan.” Jawab Siwon panjang lebar
dan membuat Agnes sedikit penasaran.
Serasa ada sesuatu yang tidak asing.
“Mwo? Kim Ahjussi? Apa maksudmu Kim
Tae Goo pemilik Kim’s Bakery??” Tanya
Agnes merasa orang yang dimaksud
Siwon adalah pemilik bakery di samping
gallery nya.
“Iya benar, kenapa kamu tahu Agnes-
sii?? Apa kau mengenal pamanku?”
Tanya Siwon sedikit kaget dan berpikir
setenar itukah pamannya yang masih
bujangan di usia pertengahan 40 tahun
itu. Sehingga yeoja cantik disampingnya
ini pun mengenalnya.
“Haha. Kim Ahjussi sudah aku anggap
pamanku sendiri, kebetulan toko bakery
yang ia kelola itu bersebelahan dengan
gallery ku. Sudah hampir 5 tahun ini aku
mengenalnya Siwon-sii” papar Agnes.
Siwon dan Agnes sama-sama berpikir ini
kebetulan yang hebat.
“Sungguh kebetulan yang tidak
disangka-sangka. Oh iya, kalau tidak
salah ahjussi pernah bercerita tentang
gallery disamping toko nya. Berarti kamu
itu designer muda hebat di kota Seoul
itu ya? Yang sering fashion show di
setiap musim dingin?” Tanya siwon,
karena memang beberapa kali pamannya
itu sering berlibur ke New York menemui ia
dan eomma nya dan sering bercerita
tentang Korea pada Siwon.
“Ahni, ahjussi terlalu melebih-lebihkan.
Aku tidak sehebat yang dia bicarakan
Siwon-ssi. Aku masih perlu banyak
belajar. Bulan depan saja, fashion show
musim dinginku diselenggarakan
sedangkan pakaian yang akan di
tampilkan nanti belum rampung sampai
sekarang. Aku masih amatir. Hehehehe”
ujar Agnes tersipu malu.
“Begitukah? Semoga acara fashion show
mu itu sukses yaa Agnes-ssi. Jangan
lupa untuk mengundangku nanti” ucap
Siwon sambil tersenyum dan lagi-lagi
menampilkan lesung pipi nya.
“Tentu saja Siwon-ssi. Aku akan
menyiapkan tempat duduk vip untukmu.
Tenang saja. Oh ya, rencana nya
sekarang kamu mau langsung ke tempat
Kim Ahjussi atau bagaimana?” Tanya
Agnes
“Ah Agnes-ssi, tadinya aku hanya
bercanda. Tapi aku pasti datang ke
acara fashion show mu itu.” Jawab siwon
“Iya, rencananya sekarang aku mau
langsung menemui Ahjussi,kamu sendiri?
Apa masih menunggu seseorang?” Tanya
Siwon.
“Begitulah Siwon-ssi, aku bingung. Aku
masih harus menunggu sahabatku yang
baru pulang dari Paris, visa yang dia
pakai ke Korea ternyata sudah tidak
berlaku, jadi dia harus mengurus visa di
bagian imigrasi, dia menyuruhku
menunggu 2jam. Karena dia tidak tahu
seluk beluk kota Seoul, jadi tidak
mungkin aku membiarkan dia sampai ke
gallery ku tanpa nyasar terlebih
dulu.Sedangkan aku tidak bisa lama-
lama meninggalkan gallery karena aku
takut karyawan-karyawanku itu tidak
bekerja dengan baik.” Tutur Agnes
membuat Siwon ikut berpikir jalan
keluarnya
“Memangnya di gallery mu itu tidak ada
yang dapat dipercaya untuk meng
handle karyawan mu?” Tanya Siwon
membuat Agnes tertegun sejenak
“Ada sih, Song Ahjumma. Tetapi tetap
saja aku tidak bisa percaya seratus
persen. Kalau tidak ada aku, mereka
selalu seenaknya, ada aku saja mereka
kadang tidak bekerja dengan baik,
apalagi tidak ada aku.” Ujar Agnes.
Siwon sedikit menebak tentang gadis
disampingnya ini adalah seorang
workaholic, ambisius dan
bertanggungjawab.
“Agnes-ssi, justru menurut
pengamatanku, karyawanmu malah
akan sedikit tertekan apabila bekerja di
bawah tekanan atau selalu
diperhatikan oleh pimpinannya. Coba kau
beri mereka kepercayaan, walaupun kau
tidak ada, aku yakin mereka akan
bekerja dengan baik. Lagipula pasti
mereka juga ingin memberikan hasil yang
terbaik untukmu. Itu hanya
pendapatku Agnes-ssi.” jelas Siwon
sambil tersenyum dan membuat Agnes
berpikir hal yang sama. Aneh, padahal
mereka baru bertemu beberapa menit,
tapi Agnes merasa ia dan Siwon memiliki
pemikiran yang sama.
“Benar juga Siwon-ssi, mungkin aku
terlalu menekan mereka, jadi nya
mereka malah tidak konsentrasi dan
bekerja serampangan. Ya sudahlah,
sepertinya aku harus memberi sedikit
kelonggaran dan kepercayaanpada
mereka. Lagipula aku juga butuh sedikit
refreshing, karena selama 5 bulan ini
aku full mengurus gallery tanpa
memperhatikan diriku sendiri. Oh ya,
bagaimana kalau kita pergi ke café yang
tidak jauh dari sini, aku dengar waffle
dan pancake disana enak. Sekalian
menunggu sahabatku selesai dengan
urusannya. Jadi nanti kita bisa
bersama-sama ke tempat Kim Ahjussi,
bagaimana?” Papar Agnes menawarkan
Siwon yang sedari tadi menatap lurus ke
depan.
“Boleh Agnes-ssi,ide yang bagus” jawab
Siwon tersenyum dan sedikit menoleh
kepada gadis itu dan langsung menatap
lurus ke depan kembali. Tanpa sengaja
Agnes memperhatikan Siwon dari samping.
Dia memang mirip Kim Ahjussi. Ahni, dia
lebih tampan dari ahjussi. Dia juga sedikit
pendiam, tapi memiliki pemikiran yang luas.
Sepertinya ia dan Siwon kelak bisa
berteman baik. Semoga. Pikir Agnes dalam
hati.
Sesampainya di café yang dimaksud,
Siwon dan Agnes memesan tempat duduk
yang berada tepat di balkon café.
Pemandangan kota Seoul dan
sekitarnya terpampang jelas dari tempat
duduk mereka. Siwon yang sedari tadi
memandang kagum kemudian
mengeluarkan sesuatu dari dalam tas
kecilnya. Agnes sedikit bingung saat
Siwon mengeluarkan benda berwarna
hitam itu yang ternyata camera
polaroid.
“Aku harus mengabadikan pemandangan
ini Agnes-ssi, ternyata selama 15 tahun
sangat banyak yang berubah dari kota
kelahiranku” Ujar Siwon seakan
mengenang masa kanak-kanaknya dulu
di kota ini.
“Tentu saja Siwon ssi, banyak sekali
yang berubah, bukan hanya kamu yang
sudah meninggalkan Seoul selama 15
tahun, aku saja yang dulu kuliah 4
tahun di Paris, saat kembali ke Seoul
semua serasa sangat berbeda.” Jawab
Agnes, yang diajak berbicara kini serius
memotret pemandangan kota Seoul.
“Begitukah? Oh ya Agnes ssi, bagaimana
kalau kamu mengajakku keliling kota
Seoul? Itupun kalau kamu tidak
keberatan? Hitung-hitung kamu
refreshing dari pekerjaanmu itu kan?
Aku ingin mengenal lagi kota ini. Rasanya
aku seperti berada di tempat baru lagi,
padahal dulu selama 12 tahun aku
tinggal disini.” Ungkap Siwon, tanpa
sengaja kameranya membidik kearah
Agnes yang tengah melihat keindahan
kota Seoul. Tanpa basa basi Siwon
memotret Agnes dalam posisi Agnes tidak
menyadari kalau namja itu memotretnya.
Kemudian foto yang langsung jadi itu ia
simpan ke balik jaket tebalnya.
“Hmmh, ide yang bagus Siwon ssi, tentu
saja aku tidak keberatan. Kalau nanti
kau ingin mengelilingi kota Seoul, kamu
tinggal hubungi aku. Lagipula nanti kita
tinggal berdekatan kan? Kamu bisa main
ke gallery ku setiap hari.” Ucap Agnes
sambil memakan waffle nya.
Selama berada di café itu, Agnes
memang mendominasi perbincangan
mereka, mulai dari cerita ia yang seorang
anak tunggal dari ibu nya yang berasal
dari Indonesia, dan ayahnya yang asli
Korea. Lalu ia menceritakan masa lalu
nya dimana ia pindah ke Korea pada
usia 13 tahun dan kesulitan
berkomunikasi dengan teman-teman
sekolahnya. Lalu sampai bagaimana ia
menyukai design dan akhirnya mengambil
kuliah fashion di Paris Perancis selama 4
tahun. Dan saat kembali lagi ke Korea, ia
membuka gallery kecil yang ia pakai
untuk memajang dan menjual pakaian-
pakaian hasil karya nya. Selama
berbicara, Agnes tidak henti-hentinya
tertawa, tersenyum, cemberut dan
terlihat bersemangat. Siwon yang
memperhatikan teman baru nya itu ikut
tersenyum. Siwon menilai Agnes ini gadis
yang ekspresif, dan selalu exited dalam
segala hal. Ia hanya berharap semoga
Agnes bisa menjadi teman baiknya
selama di Korea. Karena selain Kim
Ahjussi, Siwon tidak mengenal lagi orang-
orang dan keluarganya di Korea.
Kecuali… dia.. ya, dia..yang menyebabkan
Siwon terpaksa datang ke Korea.
“So, bagaimana kamu bisa datang lagi
ke Korea Siwon ssi? Padahal sudah 15
tahun kamu tidak ke Korea. Lalu apa
pekerjaanmu di New York?” Tanya Agnes
membuat Siwon sedikit tersadar dan
malu karena sedari tadi memperhatikan
Agnes yang sedang berbicara.
“Eh itu, mmmh, aku, kesini ada urusan
Agnes-ssi. Di New York, kebetulan aku
seorang event organizer.” Ucap Siwon
terbata saat akan mengatakan tujuan
ia ke Korea.
“Lalu pekerjaanmu disana bagaimana?
Atau mungkin kamu hanya sebentar
saja di Korea?” Tanya agnes penasaran.
“Aku sendiri kurang tau, karena aku
tidak dapat memprediksi urusanku itu
cepat selesai. Dan soal pekerjaan, aku
mengambil resign” Jawabnya datar.
“Semoga urusanmu cepat selesai Siwon-
ssi” ujar Agnes tersenyum. “Lalu,
bagaimana masa kecilmu di Korea?
Sampai kau berada di New York. Padahal
dari dulu aku selalu ingin ke New York.
Hanya saja selalu tidak ada
kesempatan” ungkap Agnes sambil
memeriksa handphone nya. Takut-takut
sahabatnya itu menelepon dan
menyuruhnya kembali secepatnya ke
airport.
“Terima kasih Agnes ssi” jawab Siwon
masih dengan muka datarnya. “Masa
kecilku, aku rasa tidak ada yang
special, tapi kalau kau mau, aku akan
menceritakannya nanti saat kita
mengelilingi Seoul itu bagaimana?” tawar
Siwon disertai anggukan semangat dari
yeoja di depannya
“Baiklah Siwon ssi, semoga kita bisa jadi
teman baik ya selama di Korea ini. Aku
janji akan menjadi pemandu wisata mu
selama di Seoul.” Jawab Agnes yang mau
tidak mau membuat namja di depannya
terseyum lebar dan memperlihatkan
lesung pipi nya lagi
“Ahni Agnes ssi, itupun kalau kamu
sedang senggang. Apabila kamu sibuk,
biar aku saja yang menemani mu di
gallery, karena sepertinya aku akan
banyak membeli jaket tebal
rancanganmu. Koleksi pakaian musim
dingin yang aku bawa ini tidak mungkin
cukup untuk beberapa bulan ke depan”
tutur Siwon membuat Agnes sedikit malu
“Siwon ssi, apa kau akan suka dengan
rancanganku? Sudah aku bilang kalau
aku masih amatir. Tentang kesibukanku
dan juga kesibuakanmu, itu bisa di atur
dengan gampang. Rencananya kamu
akan tinggal di apartemen Kim Ahjussi?”
Tanya Agnes tiba-tiba. Siwon memang
tadinya hanya berencana ikut bekerja
paruh waktu saja di bakery pamannya
itu. Masalah tempat tinggal ia ingin
menyewa apartemen yang murah saja
selama di Seoul ini.
“Tentu rancanganmu itu bagus Agnes
ssi, rasanya senang sekali karena
mendapatkan teman baru seorang
designer. Jadi aku bisa dengan mudah
memesan pakaian yang sesuai
keinginanku. Iya kan? Hehehe” ujar siwon
sambil terkekeh, Agnes pun ikut tertawa
mendengar penuturan blak-blakan
Siwon. “Masalah tinggal, sepertinya aku
ingin menyewa apartemen saja Agnes ssi,
rasanya kalau harus terus-terusan
merepotkan ahjussi membuatku tidak
enak. Aku hanya akan ikut bekerja
paruh waktu di bakery nya sambil mengisi
waktu selama di Seoul. Apa kamu bisa
membantu mencarikanku apartemen?”
lanjut Siwon. Agnes sedikit tersadar
tentang apartemen kosong di samping
apartemennya. Tapi apartemen itu sudah
ia pesan untuk sahabatnya yang baru
pulang dari Paris
“Ah, Siwon ssi, bagaimana kalau kamu
sementara tinggal di sebelah
apartemenku? Kebetulan apartemen itu
sudah aku pesan untuk sahabatku
yang baru pulang dari Paris itu. Lagipula
kan kalian sama-sama namja jadi kalian
juga bisa berbagi masalah
pembayarannya. Jadi tidak terlalu
terbebani? Bagaimana?” Tawar Agnes
membuat Siwon langsung menyetujui
tawaran Agnes itu.
“Aku setuju sekali Agnes-ssi, tapi
bagaimana dengan sahabatmu itu? Apa
ia tidak akan keberatan tinggal
denganku?” walaupun Siwon setuju, tapi
ia berpikir mungkin sahabat Agnes tidak
langsung menyetujui opsi ini.
“Masalah dia, kau tidak usah kawatir
Siwon ssi, sahabatku itu orang yang
humble. Lagipula dia akan menuruti
semua yang aku tawarkan, karena dia
kan bekerja denganku, jadi mau tidak
mau dia harus setuju dengan semua
keputusanku. Hehehe” ujar Agnes santai.
Siwon yang sedari tadi memperhatikan
Agnes hanya tersenyum simpul dan
bersyukur karena kedatangannya ke
Korea kali ini tidak sesulit yang ia
bayangkan sebelumnya. Disini ia
mendapatkan teman baru yang
langsung membuatnya nyaman. Padahal
dari dulu ia sangat sulit bergaul
dengan orang dan lingkungan baru.
Semua itu membuat ia tidak sabar
untuk menghabiskan waktunya bersama
temannya ini. Semoga kita bisa berteman
dengan baik Agnes ssi. Ucapnya dalam
hati.
“Siwon ssi, sahabatku sudah menelepon,
sebaiknya kita bergegas kembali ke
airport. Setelah itu kita langsung
menemui Kim ahjussi, dan kau juga bisa
beristirahat di apartemenmu.” Ajak Agnes
karena memang pada saat Siwon
memperhatikan Agnes barusan, yeoja itu
tengah menerima telepon dari seseorang.
“Oh ya Agnes ssi, ayo kita bergegas”
jawab Siwon sambil membereskan
kameranya dan menyusul Agnes yang
sedang membayar makanan mereka dan
sudah berjalan pelan menuju pelataran
parkir café.
TBC :^)
Masih banyak yang jadi misteri, siapa
yang menjadi alasan Siwon datang
ke Korea dan rahasia apa yang
Siwon simpan selama ini? Lalu siapa
sahabatnya Agnes yang belum
muncul itu? Akankah Siwon dan
Agnes tetap menjadi teman baik
atau malah lebih? Semoga semua
terjawab di chapter selanjutnya :^)
maaf yg tidak di tag itu mianhe
soalnya tag nnya terbatas kalau
mau ditag part selanjutnya coment
Ditunggu ya saran dan komentarnya.
Maaf belum ada konflik dan masih
dalam tahap pengenalan tokoh-
tokohnya dulu Kalau responnya
positif, aku terusin secepatnya :^)
Oya, aku juga mau bikin polling nih
buat yang megang peran
sahabatnya Agnes yang belum
muncul. Kalian Readers, mau request
nya siapa? Yang pasti namja
yaaaa…. Aku tunggu :^)

Iklan